Jumat, 08 Oktober 2010

KEMBALI FITRI

Ketika akhir ramadhan tiba yaitu dengan terbenamnya matahari di ufuk barat, maka mulai maghrb suara takbir, tahmid, tamyiz dan tahlil terus bekumandang dan bergenruh di angkasa bebas nan luas.Seluruh umat islam kecil, besar, remaja., pemuda dewasa sampai orang tua berembira menyambut hari kemenangan ketika usai melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh dengan menahan dan melawan segala bentuk hawa nafsu yang mengharuskan mereka menjauhi dari sipat majlumah dan syai'ah seperti dusta,sombong,takabur, namimah serta lainnya.KIta sampaikan rasa syukur dan puji kita kepada Allah SWt. yang telah memberikan anugrah besar tersebut kepada kita sehingga dapat menjalankan peruintah itu dengan baik.Kita sadar bahwa banyak diantara saudara, sehabat, dan keluarga kita yang tidak dapat berkumpul bersama kita; sebagian karena merka berada di perantauan, karena sakit, tugas yang tidak bisa ditinggalakan atau ada juga yang telah berpulang ke alam baka.

Kita ungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan melantunkan takbir sepanjang malam bahkan sampai pagi hari, hal ini menunjukkan dan sekaligus kita mengakui kebesaran dan keagungan Allah SWT., rahmat dan kasih sayangnya tidak pernah putus. Padahal kita sebagai manusia terkadang lupa dan kurang bersyukur kepadaNya yang telah memberikan ni'mat tidak terhitung jumlahnya. Firman Allah SWT. " Jika kalian akan menghitung-hitung ni'matku pasti tidak akan sanggup menghitungnya " mengapa, karena begitu banyak mulai bangun tidur sampai tidur kembali sudah ribuan ni'mat baik yang terlihat ( lahir ) ataupun tidak ( bathin)

Menurut kelompok supi rasa syukur itu bukan sekedar diucapkan melali lisan, tetapi yang lebih pokok dan mendasar adalah implementasinya dalam hidup ini. Kita sehat hendaknya kesehatan itu untuk beribadah kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah dan menjauhkan larangan semaksimal mungkin. Harat disedekahkan dengan membantu orang yang memerlukan, jabatan digunakan untuk kepentingan orang banyak,ilmu diamalakna dan disebar luaskan untuk kemaslahatan masyarakat.Dengan kata lain semua ni'mat berorieintasi menuju amal sholeh. Puasa yang baru saja kita laksanakan sebulan penuh bertujuan membentuk manusia muttaqien.Karena mereka yang melaksanakan puasa dengan cuma mengharap ridho Allah SWT diampuni dosa-dosa dan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Oleh karena itu kefitrahan yang melekat dalam diri kita masing-masing dengan memasuki syawal perlu dijaga dan dipertahankan keberadaannya jangan sampai terkotori, yaitu terus melanjutkan semua amalan ramadhan yang telah biasa kita lakukan, seperti tadarus Al Qur'an, Kiyamul Lail., infak sodakoh, dzikir dan memperbanyak silaturrahim.Dengan demikian makna syawal yang berarti bulan peningkatan dapat benar-benar terrealisasikan dalam menjalani sisa hidup ini.

Jadi makna kepitrahan itu bukan sekedar nama dan predikat saja, teta[i memang dipelihara dan terus dipertahankan dengan terus meningkatkan ibadah dan pembentukan karakter taqwa yang sesungguhnya.Disamping itu makna idul fitri yang artinya kembali kepada fitrah kemanusiaan yaitu kesucian, seluruh rangkaian ibadah puasa dan amalan lain yang ada didalamnya dimaksudakan untuk mengembalikan  kemanusiaan kita. Rukun Islam yang lima mengajarkan bahwa kemanusiaan hanya bisa dikembalikan dengan penolakan kepada setiap bentuk penindasan seperti diungkapkan dalam kalimah syahadah, mengingaktkan terus kebesaran Allah SWT seperti dalam sholat, mengendalikan hawa nafsu seperti dalam ibadah puasa, menunjukkan solidaritas sosial  kepada sesama manusia seperti tercermin dalam zakat serta mengarahkan hidup kita cuma kepada Allah SWT. seperti yang dilambangkan dalam ibadah haji. Semua itu disimpulkan dan terlihat pada idul fitri, kembali kepada fitrah kemanusiaan. Semoga !!!     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar