Selasa, 19 Oktober 2010

FIGUR PENDIDIK

Kebehasilan atau kesuksesan seorang pendidik di hadapan para muridnya bukan disebabkan guru itu pandai dan profesional dalam menekuni profesinya sebagai pendidik, atau bisa juga karena status sosialnya seperti keturunan dari seorang kaya raya, cendikiawan, bukan itu yang menjadi ukuran, kalaupun ada itu bukan sebagai faktor penentu. Tetapi adalah sejauh mana guru dapat membangun komonikasi yang baik dengan para peserta didiknya, baik di luar atau di dalam kelas..

Untuk membangun itu diperlukan kesiapan mental yang besar terutama kesabaran dan tidak gampang marah.Jangan sekali-kali seorang guru karena statusnya merasa lebih pintar,gagah,menyepelehkan,mau menang sendiri, arogan atau sikap lain yang kurang mencerminkan seorang guru.Dengan kata lain guru harus mempunyai sikap sabar dan teladan yang tinggi dihadapan murid-muridnya. Jika ini sudah melekat pada seorang guru akan timbul rasa simpati murid, dan akan terjalin komonikasi yang sehat, yang pada akhirnya murid termotivasi untuk lebih giat dan bersungguh-sungguh dalam belajar.

Mari kita lihat bagaimana Rasulallah SAW. bisa menjadi guru yang sangat dicintai oleh para sehabat atau orang lain ketika menerima pelajaran. Suatu ketika Baliau sedang menyampaikan materi da'wah di masjid dengan dihadiri oleh para sehabat, tiba-tiba datang dari arah depan seorang arab badui ( pedesaan ) tidak lama kemudian si arab baduii itu buang air kecil di dalam masjid tanpa permisi lagi dan tidak merasa malu atau takut..Melihat kejadian ini para sehabat merasa jengkel dan marah kepadanya, tentu saja kemarahan ini bisa dimaklumi sebab itu artinya tidak menghormati Rasul dan masijid sebagai tempat suci. Salah seorang sehabat bangun yaitu Umar ibn Khotob yang terkenal gagah dan pemberani akan memukul badui itu karena sudah kurang ajar lagi. Melihat gelagat ini Rasul barkata " Wahai Umar, jangan kau marahi dan ganggu, biarkan dia sampai selesai membuang hajatnya. lalu ambilah air dan siramkan najis itu sehingga bersih kembali"

Kemudian, selesai itu  lalu arab badui itu berdiri dan menyatakan masuk Islam dengan mengucap dua kalimah sahadah, lalu berkata" saya akan sampaikan kepada penduduk disana atau orang kampungku bahwa aku sudah menjadi seorang muslim dan menjadi pengikut Rasulallah SAW. yang mempunyai ahlakul karimah, bersehabat, berbudi pekerti mulia, penyebar dan tidak mudah menyalahkan orang lain." 

Dari kisah ini dapat kita mengerti bahwa andai kata Rasul SAW bertindak marah dan membiarkan Umar memukulnya yang tergambar oleh badui itu adalah orang Islam pemarah dan tidak bijaksana, tetapi yang paling penting adalah da'wah Rasul SAW menjadi gagal, islam tidak tersebar..Dalam konteks pendidikan komonikasi belajar dapat berjalan dan terjalin dengan baik sekali anatar murid dengan guru, bahkan antar murid dengan murid ( para sehabat lain ) Jadi kesabaran  dan menghargai orang lain serta tidak merasa gagah, arogan dan menang sendiri khususnya di dalam kelas. Itu bukanlah karakter atau figur seorang guru yang sukses. Seorang pendidik dikatakan sukses dan berhasil menyampaikan pesan materi bila sudah mampu membangun dirinya dengan lingkungan kelas dan  menjadi figur pendidik yang dicontohkan oleh Rasulallah SAW. 

.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar