Senin, 04 Oktober 2010

Bersama Ahli Surga

Setiap manusia muslim pasti menginginkan dirinya masuk surga yang penuh dengan kenikmatan, bahkan digambarkan dalam hadist kenikamatan surga itu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, didengarkan dengan i telinga dan jiga hati ini tidak mampu memberikan ilustrasi secara tepat tentang keindahan dan keberadaan Surga.
Tetapi walaupun demikian, masih ada muslim atau muslimah yang enggan masuk surganya Allah SWT. yang disediakan untuk orang-orang taqwa. Nabi Bersabda "Setiap Umatku bisa masuk surga, kecuali mereka yang tidak mau". Para sehabat tercengang dan terhean-heran  mendengar ucapan Rasul.. Lalu salah seorang sehabat bertanya kepada Rasul, " Apakah ada Ya Rasulallah uamtmu yang tidak mau masuk surga ? " Rasul menjawab " ada, Yaitu orang yang taat kepadaku dia akan masuk surga dan mereka yang berma'siat kepadaku itulah yang tidak mau masuk surga.

Jadi surga yang begitu indah dan menawan tidak didapat kecuali harus melalui perjuangan berat dan berliku.Kita harus membentuk diri kita menjadi manusia yang muttaqien, yaitu manusia yang selalu menjalankan perintah dan menjauhkan larangan Allah SWT. secara maksimal dan permanent ( Istiqomah ). Mampu menjalin hubungan yang baik sesama mahluk Allah SWT terutama manusia. Kita tidak bisa cuma baik dan taat dengan Al Khaliq, tetapi tidak menjalin hubungan bagus dengan mahluk, keduanya harus terpenuhi dengan sempurna.Inilah yang disebut manusia soleh. Mukmin yang taqwa. selalu menghindari Sipat-sipat yang tidak terpuji seperti  konflik, namimah, ghibah, iri hati, dengki,.berdusta atau suka melakukan perbuatan yang merugikan orang lain baik kata terlebih perbiatan. Semua itu tidak mungkin seorang muslim masuk surga karena terhalang. Yang pokok adalah bagaimana kita dapat membentuk diri ini menjadi seorang muislim yang soleh, kuat karakter taqwa dan berahlaq mulia.

Dalam Suatu hadis yang diriwayatkan Ahmad dan An-Nasa'i dari sehabat Anas ibn Malik bercrita Suatu hari ketika kami sedang berada di suatu majlis bersama Rasul, tiba-tiba  Beliau berkata " Sebentar lagi kalian akan saksikan disini akan lewat seoang ahli surga. Tiba-tiba munculah seoang lelaki tua yang janggutnya masih basah terkena air wudhu dan mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri. Pada esok harinya Beliau berkata lagi demikian, dan muncul dan lewat lagi laki-laki tersebut sampai terulang tiga kali. Ada seoang Sehabat yang bernama Abdullah ibn Amr ibn Al-Ash yang ingin tahu persis amalan apakah yang dilalukan lelaki tua itu sehingga Nabi mengabarkan menjadi seorang penghuni surga.,Sehabat tersebut sampai bermalam tiga hari untuk mengintai amalannya ,tetapi selama itu  tidak didapati sesuatu yang istimewa bahkan hampir-hampir sempat agak meremehkan. Singkat cerita ketika didesak oleh Abdullah ibn Amr dan berkata   amalan apakah  itu wahai orang tua, dia menjawab " Demi Allah, Amalkanku tidak lebih dari apa yang kau saksikan, hanya saja aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka. Adullah ibn Amr berkata " Beginilah bersihnya hatimua dari perasaan jelek dari kaum muslimin, dan bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah nampaknya yang menyebabkan engkau sampai ke tempat yang terpuji itu, inilah yang justru tidak pernah bisa kami lakukan. "

Begitulah semestinya ahlaq dan perilaku seorang ahli surga, jangan sekali-kali bertindak dan berbuat yang dapat merugikan orang lain, siapapun mereka.Banyak muslim baik ibadahnya, banyak amalnya, tetapi muamalahnya sesama muslim tidak baik, bahkan jauh dari nilai-nilai ahlakul karimah, Suka menyakiti dan merampas hak azazi sesama manusia, terlebih sesama muslim. Mari kita bangun diri kita masing dengan sikap hidup yang telah ditunjukkan oleh seorang lelaki Anshor tersebut. Semoga !!!

.
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar