Kamis, 23 September 2010

MANUSIA YANG FAILIT

Kesuksesan hidup manusia di dunia banyak ukurannya. Ada yang berkata seorang bisa dikatakan sukses hidupnya jika sudah menjadi seorang milyarder,  juga ada yang berkata jika sudah menjadi orang terkenal melalui musik karena banyak fans panatik, ada juga jika sudah menjadi pemimpin dalam perusahaan atau terlebih menjadi pemimpin formal di masyarakat , apalagi tingkat nasional, atau ada juga yang mengukurnya dengan hal yang negatif seperti jadi perampok atau preman yang setiap saat menjadi berita hangat di mass media,.Serta banyak ukuran lainnya.

Sering kita salah memahami bahwa sukses hidup selalu diukur oleh hal-hal yang bersipat materi yang dapat dijadikan kebanggaan. Padahal kita sadar bahwa dunia ini atau hidup kita adalah sebuah perjalanan panjang yang dari beberapa pase yang harus dilalui oleh setiap manusia. Yaitu fase alam Rahim sudah kita lalui, fase alam dunia sedang kita jalani, fase alam barzah atau kubur setelah meninggal dunia, fase alam akhirat yang setelah proses hisab manuisa akan ditempatkan apakah di surga atau di neraka.( fariqun fil jannah wa fariqun fin nar.)  Jadi perlu direnungkan bahwa apa yang kita lakukan di dunia akan berdampak kepada kehidupan akhirat Dengan begitu kesuksesan yang diperoleh  manusia di dunia ini belum tentu bisa jadi akan menjadi ancaman yang berkepanjangan jika salah cara memperolehnya, atau salah memanpaatkannya.

Oleh karena itu agar kesuksesan hidupi dunia ini bisa terus berlanjut ke negri akhirat yang kekal abadi, diperlukan kehati-hatian dalam berbuat.Janganlah kita meraih sukses dalam satu karier atau jabatan tetapi dengan cara yang salah, merusak hak orang lain, atau memanifulasi haukum. Sudah barang tentu keberhasilan atau kesuksesan model seperti ini akan menjadi bumerang bahkan menjadi beban kita di akhirat..

Dalam satu Hadistnya Rasul SAW. bersabda  " Tahukah kamu siapakah itu orang yang bangkrut ( muflis )." para sehabat menjawab " orang yang bangkrut itu adalah, mereka yang tidak mempunyai harta dan dirham " Rasul meneruskan, Bukan itu, orang yang bangkrut adalah umatku yang datang dihari kaimat nanti dengan pahla puasa, sholat, haji dan zakat. Tetapi disamping pahalanya, mereka juga membawa dosa, seperti suka menumpahkan darah, mencaci, mencela, memukul orang lain dunianya dan belum diselesaikan atau dihalalkan kepada orang yang dirugikan tsb.sampai ajal tiba. Setelah melalu perhitungan ( hisab) maka amal solehnya habis untuk membayar orang yang pernah disakitinya ketika di dunia, bahkan kesalahan hutang belum habis, sementara pahala dan dan kebakan yang dibawa menghadap Allah SWT.sudah habis, maka kesalahan orang lain yang disakiti tersebut ditimpakan dan di bebankan kepadanya, lalu dilemparkan ke api neraka. Inilah manusia bangkrut sesungguhnya.
Marilah kita berhati-hati dalam menilai dan menempatkan kesuksesan hidup, agar kita tidak mengalami kebangkruan permanen. Jika bangkrut dan jatuh susah di dunia ini masih mudah, sebab kita masih bisa merubah dan berusaha untuk keluar dari kegagalan.Sebab dunia adalah Darul amal, dan akhirat adalah darul jaza.disinilah tempat kita menuai kebajikan sebanyak-banyaknya, untuk kita petik dan ni'mati di akhirat, tetapi dengan catata merah yaitu jangan membawa amal soleh tersebut beserta kesalahan orang lain yang belum kita selesaikan, hindari itu jika kita mau sukese yang hakiki. !!!.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar