Rabu, 22 September 2010

JIHADUN NAFSI

Nafsu adalah Anugrah besar dari Allah SWT, tanpa nafsu manusia tidak mungkin bisa berkarya dengan sejumlah temuan, inovasi, kreatifitas atau sejumlah teori yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sebagai sumber utama untuk mengelola bumi ini dan mengambil manpaatnya, tetapi bisa juga nafsu itu menjadi bumerang bagi manusia sehingga menjerumuskan mereka ke tempat yang paling hina. Dengan kata lain nafsu mempunyai potensi ganda, bisa positif dan negatif.Inilah salah satu rahasia kenapa manusia dijadikan khlaifah.

Dalam literatur kajian tasawuf paling tidak ada tiga bentuk nafsu, yaitu Nafsu Lawamah, Nafsu Amarah Nafsu Mut'mainah. Dengan nafsu Mut'mainah manusia bisa maju dan menjadi orang mulia, sebab semua perbuatannya dilakukan dengan akal sehat dan pikiran jernih, mau memikirkan dampaknya.Kebanyakn manusia jatuh dengan nafsu lawamah dan amarah, karena didorong oleh rasa tama,ingin menang sendiri,tidak menghargai hak orang, bahkan cenderung kasar dan melawan hukum.Mereka tidak mampu melawan nafsunya sendiri. Nabi pernah bersaba " Bukanlah manusia yang gagah atau kuat itu, mereka yang menang dalam bergulat. Tetai manusia yang kuat itu adalah mereka yang mampu mengekang atau mengalahkan hawa nafsunya sendiri." 

Adalagi lagi satu riwayat tentang nafsu, Ketika Rasul SAW. pulang dari perang Badar, dalam sejarah perang Badar adalah suatu peperangan dalam sakala besar,tetapi medanya cukup berat, karena terjadi di tangah panas terik matahari di bulan Ramadan. Pasukan Islam yang dipimpin langsung baginda Rasul SAW. berjumlah sekitar  tiga ratus orang, smentara pasukan kapir berjumlah seribu orang, jadi perbandinagnnya satu lawan tiga.Banyak jatuh korban di kedua belah pihak Dengan Izin Allah SWT pasukan muslimin memperoleh kemenangan besar. Ditengah perjalanan Rasul SAW. berkata " Kita baru saja kembali dari peperangan kecil dan akan menuju menghadapi peperangan yang lebih besar" Mendengar ucapan beliau tersebut, para sehabat menjadi bingung dan tidak mengerti apa arti pernyataan tersebut, sebeb mereka memahami benar peang yang baru saja usai sebuah perang besar dalam sejarah.. Seorang sehabat  bertanya " Apakah ada ya Rasulallah perang yang lebih besar dari ini " Beliau menjawab Ya, ada yaitu memerangi hawa nafsu kita sendiri "

Ternyata Pernyataan Rasul tantang nafsu sangat tepat, apalagi di zaman moderen seperti sekarang ini, dimana persaingan hidup semakin ketat,ekonomi tidak menentu, gejolak sosial dan perebutan kekuasaan, dan aksi melawan hukum hampir setiap hari terjadi, terutama di kota-kota besar..Dampaknya adalah mereka saling mencari jalan pintas yaitu menuruti hawa nafsu ingin cepat kaya tanpa usaha,menduduki jabatan tanpa melalui aturan yang benar, atau terus bersilat lidah cuma untuk mencari kemenangan. Akibatnya timbulah Korupsi,Manipulasi,Nepotisme,melakukan kebohongan publik dan menghianati amanah rakyat,.memanipulasi hukum dan keputusan pengadilan, serta perbuatan negatif lainnya yang merugikan orang lain.Dengan kata lain ulah dan perbuatan mereka merugikan rakyat dan negara tanpa rasa malu. Semua itu terjadi karena mereka menurti hawa nafsu lawamah yang cenderung brutal.dan di dukung oleh nafsu amarahnya.Akhirnya terbentuklah karakter manusia yang tidak memikirkan hukum dan hak manusia sekitarnya. manusia seperti ini sekarang semakin banyak bergentayangan dan  berada di republik tercinta Indonesia, dan anehnya dilakukan oleh mereka yang berpendidian tinggi, punya jabatan empuk, melek hukum, dan menjadi orang terhormat karena menjadi wakil rakyat atau pimpinan yang diangkat oleh rakyat.untuk kepentingan rakyat, tetapi justru membuat susah rakyat.

Jadi, melawan hawa nafsu  ( Juhadun Nafsi ) adalah terbukti memang lebih susah dan berat ketimbang melawan musuh yang berhadapan langsung dengan kita, sekalipun musuh tersebut lebih gagah dan kuat,kenapa, karena nafsu inmaterial dan terus mengikuti manusia, sementara musuh itu material dan terlihat sehingga kita bisa menghindari. Tetapi apapun yang kita hadapi jika nafsu mut'mainnah yang lebih berperan dan menguasai seorang muslim, pasti mereka tidak akan berbuat salah dan dosa serta perbuatan zolim lain.!!!
  .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar