Rabu, 01 September 2010

JABATAN ITU AMANAH

Dalam riwayat diberitakan bahwa ketika Rasulallah SAW. meiningal duinia tidak lansung dikubur tetapi menunggu selama empat hari. Hal ini terjadi karena Beliau tidak menunjuk langsug penggantinya untuk meneruskan perjuangan. Antara kaum ansor dan muhajirin saling mengklaim mereka yang lebih berhak menjadi pengganti Rasulallah SAW.Alasan kaum ansor merekalah yang menolong Nabi beserta rombongan untuk tinggal di kota madinah dengan segala pasilitasnya, jadi banyak mempunyai andil dan berjasa. Kaum muhajirin beralasan lebih berhak sebab sejak awal di makkah mereka sudah berjuang bersama Rasul menyebarkan Islam dengan segala pengorbanan, baik hata ataupun jiwa.

Peselisihan ini tidak cepat reda, akhirnya kedua belah kubu sepakat mengadakan pembicaraan tingkat diplomasi dengan mengutus orang yang dipecayai untuk menyampaikan aspirasinya. Hasil pertemuan .memutuskan utnuk dilakukan pemilihan khalihaf secara terbuka. Hasil pemilihan tesebut jatuh paa Umar ibn Khotob, tetapi umar tidak langsung menerima jabatan tersebut dengan suka cita. Maka berpidatolah beliau dihadapan kaum ansor dan muhahjirin . " Saudara ku yang terhormat, hasil pemilihan khalifah memilih diriku menjadi pengganti Rasulallah SAW. dalam meneruskan kepemimpinannya, secara pribadi saya merasa berat, karena disamping ini Amanah yang berat untuk dipikul di pundakku, tetapi ada hal lain yang menjadi pertimbanganku yaitu, ada figur yang lebih cocok dan berhak karena lebih awal berjuang dengan Rasulallah SAW. bahkan menjadi tauladan bagi kita semua yaitu Abu Bakar as shidik. Oleh karena itu mulai saat ini dan dihadapan anda sekalian saya limpahkan kepemimpinan ini kepada Abu Bakar.Maka mulai saat itulah Abu Bakar as shidik menjadi khalifah pertama dalam sejarah Islam.

Peristiwa ini sangatlah istimewa apalgi  bila di lihat dari perkembangan polotik dan hingan bingar pemilihan kepala daerah dari tingkat lurah sampai presiden selalu timbul masalah yang dipicu oleh nafsu dan emosi untuk menjadi seorang pemiimpin, Tidak sedikit harta dan nyawa yang hilang karena antara satu calon dengan calon lainnya saling memerkan kekuatan dan arogansinya baik lewat kekuatann fisik dengan meneyewa tukang pukul dan premen atau melalui manifulasi dan jual beli suara, serta praktek lain yang tidak sesuai dengan aturan pemilihan, tentu saja semua itu membutuhkan dana yang cukup besar.

Mengapa hal ini bisa terjadi, karena niat mereka menjadi pemimpin atau wakil rakyat bukanlah didasari oleh niat ibadah an menjalankan amanah, tetapi nafsu pribadi seperti ingin pamer,terkenal dan mencari kekayaan sebanyak-banyaknya..Maka ketika jabatan itu diterima walaupun dengan cara ilegal, mereka tetap tertawa dan sombong atas prestasinya.Sikap dan gaya pemimpin atau wakil rakyat seperti ini bukan membawa kemakmuran rakyat tetapi menjadi beban rakyat, sebab dengan berbagai macam cara mereka mengeruk uang negara dan hak rakyat, paling tidak mengembalikan modal yang pernah dikeluarkan pada masa kampanye.

Jabatan bagi pejabat dimasa sekarang kurang atau bahkan mungkin tidak  dipahami sebagai amanah yang berat sebab itu akan dipertanyakan dan menjadi tanggungjawabnya di hari kiamat nanti. Rasul bersabda " Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin  akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Jika kita berpikir, sebagai pemimpin rumah tangga saja sudah berat   amanah yang kita pikul, apalah lagi menjadi pemimpin masyarakat atau wakil rakyat sudah pasti beban itu lebih berat untk dipertanggungjawabkannya. Kalaulah kita amanah dalam menjabat maka itu akan menjadi Investasi dan lahan pahala dan kemulyaan yang besar baik di dunia terlebih di akhirat, tetapi jika sebaliknya akan menjadi bumerang yang akan membawa resiko besar dan peneyesalan yang berkepanjangan.

Inilah salah satu sebab kenapa Umar Ibn Khotob seorang sehabat yang sudah dijamin masuk sorga melalui lisan Rasulallah SAW tidak berambisi menjadi seorang pemimpin, padahal hasil dan cara mendapatkan jabatan tersebut diperoleh dengan cara yang sah dan benar, disamping itu Beliau pasti adil dan amanah dalam menjalankan tugas. Hal ini mengindikasikan dan pelajaran bagi kita bahwa Jabatan itu adalah amanah dari  Allah SWT yang kelak akan dimintai petanggunganjawabnya. Inilah  sehingga kita harus hati-2 dalam menjalankan dan cara memperolehnya, disamping harus mengukur diri apakah layak dan pantas kita menyandangnya sebab jabatan ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menyengsarakan kita baik di dunia atau diakhirat !!! 

.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar