Selasa, 13 Maret 2012

DUA AMALAN AHLI SURGA

Pada suatu ketika Rasulallah SAW setelah memberikan halaqoh bersama para sehabatnya berdiri dan berkata " Sebentar lagi akan kita saksikan akan lewat seorang penghuni surga " Selang berapa lama lewatlah seorang tua dari kelompok anshor yang janggut dan wajahnya masih basah bekas air wudhu dan tangan kirinya sambil mengikat sandal. Para sehabat saling menatap heran dan saling bertanya dihati masing-masing, amalan apakah yang dilakukan oleh orang tua tersebut sehingga menjadi penduduk surga. Keesokan harinya Beliau berkata lagi dengan perkataan yang sama, maka lewat kembali orang tua tersebut seperti kejadian semula, kejadian ini sampai terulang tiga kali.

Salah seorang sehabat yang bernama Abdullah ibn umar ibn al Ash ingin tahu keadaan orang tua tersebut dan mengikutinya sampai dirumah, sehabat berkata " Bolehkah saya bermalam disini selama tiga malam karena orang tuaku tidak memperkenankan aku tinggal dirumah " sebenarnya ini cuma siasat dan cara sehabat untuk mengintai amalan orang tua tersebut. Selama tiga malam sehabat tersebut tidak menemukan amalan yang istimewa yang dilakukan oleh orang tua tersebut, hampir-hampir sehabat tersebut meremehkan, lalu berkata " Sebenarnya aku tidak dimarahi oleh orang tuaku, hal ini aku lakukan agar aku dapat melihat amalan yang bapak lakukan untuk saya teladani, karena Rasulallah SAW. berkata didepan para sehabatnya bahwa bapak termasuk penghuni surga"

Mendengar kejujuran ucapan sehabat tersebut orag tua itu berkata " Sebenarnya tidak ada amalan yang aku lakukan dan anda lihat sendiri kecuali Aku tidak pernah berburuk sangka terhadap kaum muslimin dan tidak pernah menyimpan rasa dengki terhadap kaum muslimin terhadap kebaikan yang diberikan Allah SWT kepada mereka " Lalu Abdulah ibn Amar berucap " Beginilah bersihnya hatimu dari perasaan jelek terhadap kaum muslimin dan betapa bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah yang menyebabkan engkau menda-
patkan tempat yang terpuji dan tinggi, inilah justru yang berat dilakukan

Dari peristiwa tersebut dapat kita pahami bahwa untuk memperoleh menjadi ahli surga dimulai dari kebersihan hati kita terhadap saudara kita baik muslim laki atau perempuan. Tidak boleh kita mempunyai rasa dengki dan buruk sangka terhadap mereka apapun bentuk dan masalahnya. Jika kita lihat sekarang ini penomena kehidupan ditengah komonitas muslim sendiri banyak sekali perbuatan yang lebih jelek seperti saling mengadu domba, berbohong, menyebar fitnah, merampas harta yang bukan haknya serta perbuatan keji lain. Tentu saja amalan dan sikap hidup seperti ini akan menjauhkan kita dari amalan ahli surga.

Oleh karena itu mari kita contoh perbuatan baik sehabat dari golongan ansor tersebut dengan menjauhkan sipat dengki dan buruk sangka terhadap kaum muslimin baik secara langsung ataupun tidak, sebab apa yang diberikan kepeda mereka berupa kelebihan adalah hak Allah SWT kepada setiap hambanya, tidak boleh kita mengintrograsinya karena itu bukan wewenang kita sebagai mahluk. Semoga kita berhasil mencontoh amalan sehabat dari golongan ansor tersebut, amien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar