Sabtu, 14 Agustus 2010

POLA HIDUP ZUHUD

Keberadaan seorang pemimpin menjadi panutan rakyatnya.Jadi jika ingin melihat karakter suatu bangsa maka lihatlah bagaimana pola hidup pemimpinnya. Di zaman sekarang , hidup serba instan sudah menjadi gaya dan   pola hidup para pemimpin, mereka hidup mewah dan serba konsumtif,rumah mewah, deposito,mobil, dolar, rebutan jabatan, bahkan sampai memanifulasi hukum guna mendapatkan rupiah mereka lakoni. Lihat saja kasus-kasus korupsi yang tidak kunjung selesai,saling menghujat antar pemimpin, pertikaian antar konglomerat,dan rebutan proyek serta  peristiwa lain yang berujung untuk mendapatkan pulus dan mempertahankan jabatan. Penemona ini setiap hari mewarnai pemberitaan baik melalui media cetak atau elektronik.Tentu saja sebagai masyarakat yang cinta damai dan hidup dengan keharmonisan yang tinggi serta menghargai hak orang lain, kita sengat mendambakan para pemimpin yang memperhatikan rakyatnya agar hidup sejahtera,makmur dan dihormati haknya sebagai warga negara. Pemimpin yang benar adalah tidak kenyang perutmya  sebelum rakyatnya kenyang, selalu lapar sebelum rakyatnya lapar, tidak menjatuhkan hukuman karena takut turun jabatan, hukum diberlakukan walau menyentuh pribadi dan koleganya,jujur,berani dan selalu mengedepankan dan memikirkan rakyat.Lihat Saidina Umar Ibn Khotob setiap malam berkeliling ke pelosok desa dengan memanggul sendiri gandum di pundaknya guna diberikan kepada rakyatnya karena khawatir tidak bisa tidur karena lapar perutnya.Ketika di tanya pembantunya, kenapa bukan akau saja yang memanggul gandum itu hai tuan, beliau berujar apakah kamu mau menanggung tanggungjawabku di hari kiamat karena aku telah menelantarkan rakyatku. Mari kita lihat pula bagaimana Rasulallah SAW. sebagai seorang pemimpin besar, panglima perang,kepala pemerintahan bahkan pemimpin  dunia- akhirat, hidup sangat sederhana , di rumah Beliau cuma terdapat selembar tikar dan makanana yang sangat sederhana, bahkan terkadang roti yang sudah kering, sehingga Beliau sering kali berpuasa atau mengganjal pertunya karena rasa lapar karena tidak ada makanan yang dapat dimakan.Rumahnya berhampar pasir dan pelepah korma.Padahal jika beliau menginginkan hidup mewah dan berkecukupan sudah pasti bisa, doanya tidak pernah di tolak Allah SWT. tetapi hal itu tidak dilakukan, karena begitu besar tanggungjawabnya terhadap rakyat yang dipimpinnya. Setiap kamu adalah pemimpin,dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungajawabnya di hadapan Allah SWT, demikian sabda Beliau. Jadi untuk menjadi pemimpin yang bertanggungjawab terhadap rakyatnya,yang pertma harus disadari adalah jabatan,harta dan apapun bentuknya adalah amanah yang berat akibatnya.Oleh kerena itu tanamkanlah pada setiap orang rasa zuhud, agar kita tidak serakah dan menghargai hak orang lain,sadar akan ada kematian setelah hidup dan ada tanggungjawab setiap langkah dan sikap kita di dunia ini , terutama mereka yang menjadi tanggungjawab kita sebagai pemimpin informal, di rumah tangga atau sebagai pemimpin formal di masyarakat apapun bentuk dan namanya. sekian.......  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar